CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Minggu, 21 Oktober 2012

London Yuk

Big Ben London

Is London the most expensive city in the world?, demikian keraguan saya. Berita yang saya dengar juga info dari beberapa teman menyatakan demikian. Info ini tentu membuat saya “berhati-hati” karena dompet saya tidaklah cukup tebal untuk dikonversi ke pounds saat berkunjung ke kota London. Berdasarkan survey yang dilakukan CityMayors, lembaga independen yang fokus pada urban affairs, tahun 2008 London berada di peringkat 1 sebagai the most expensive city in the world. Namun berdasarkan survey tahun 2009 yang juga dilakukan oleh CityMayors, peringkat 1-nya adalah Oslo sedangkan London melorot ke peringkat 21. Menurut CityMayors, hal ini terkait dengan devaluasi mata uang poundsterling. Lalu apakah benar London sudah tidak mahal lagi? Saya pun membuktikannya.
Awalnya saya ingin memesan Hotel Ibis di dekat Bandara Heathrow yang tarifnya sekitar 40 pounds/night (Rp 600.000). Tapi atas saran atasan yang memang orang British, dengan memperhitungkan ongkos transportasi dari Heathrow ke London, menginap di hotel sekitar Heathrow bukan pilihan yang tepat karena jatuhnya nanti bisa lebih mahal. Maka dipilihlah Hotel Ibis di Earls Court, Central London. Tarifnya 85 pounds/night alias Rp 1.275.000/malam. Pfff, teramat mahal untuk kelas hotel bintang tiga. Di Indonesia, dengan tarif segitu pasti sudah dapat tidur di hotel bintang lima. Harga segitu belum termasuk breakfast sebesar 8 pounds (Rp 120.000). Saat breakfast, daging yang disajikan adalah daging babi. Jadilah saya cuma sarapan dengan roti dan sup plus perasaan nyesek.
Mau jalan-jalan melihat kota London? Anda bisa mengunakan tube, kereta api bawah tanah, seharga 4 pounds (Rp 90.000). Jika memilih bus kota, Anda harus membayar tiket seharga 4 pounds per hari. Artinya tiket tersebut berlaku selama 1 hari sesuai tanggal yang tertera pada tiket dan walaupun anda keluar-masuk bus puluhan kali ke berbagai jurusan. Mau naik bus 2 tingkat dengan atap terbuka (top off)? Bus ini adalah bus dengan tujuan tempat-tempat wisata di London. Tarifnya lebih mahal dari bus kota yaitu sekitar 9 – 12 pounds/hari atau Rp 135.000 – Rp 180.000/hari. Ingin mencoba taksi? Monggo, tapi bersiaplah merogoh kocek lebih dalam. Saat saya naik taksi pada malam hari untuk makan malam, perjalanan yang cuma sekitar 5 menit, argo taksi menunjukkan angka 12 pounds (Rp 150.000)! Ih, ngeriii!
Anda penggemar English Premier League? Saat saya menonton pertandingan Fulham vs Liverpool di Craven Cottage, 31 Oktober 2009, harga tiketnya 49 pounds (Rp 735.000). Jangan berpikir kalau ini tiket VIP, ini cuma tiket duduk biasa. Yang membuat gondok, gara-gara fans Liverpool yang tidak mau duduk sepanjang pertandingan, saya harus menonton sambil berdiri selama 2 x 45 menit. Sudah mahal, berdiri pula! Harga tiket sangat tergantung tim yang bertanding. Derby match tiketnya lebih mahal. Apalagi harga tiket pertandingan tim-tim elite seperti Chelsea, MU, atau Arsenal. Mau menonton partai big match? Bersiaplah membayar lebih dari 85 pounds atau Rp 1.275.000!
Kebelet pipis di tempat umum? Jangan kawatir, toilet umum banyak tersedia. Syaratnya Anda harus memasukkan koin sebesar 3 penny (Rp 4.500) untuk sekali masuk toilet. Setidaknya, sebanyak itulah yang harus saya bayar di toilet Victoria Station.   
Ingin beli oleh-oleh untuk keluarga atau teman? Sepanjang hasil survey saya di beberapa tempat, suvenir paling murah adalah gantungan kunci yang bisa didapat dengan 3 pounds (Rp 45.000). Piringan kecil (collectable plate) yang bergambar objek-objek wisata paling murah harganya 5 pounds. Kaos sepak bola sekitar 12-15 pounds. Miniatur Big Ben atau Buckingham Palace paling murah 8 pounds. Buset!
Perut terasa lapar? Restoran cepat saji mungkin bisa jadi pilihan. Saya membeli paket yang paling murah di McDonald’s yang terdiri dari burger, kentang goreng, dan minuman. Harganya sekitar 4 pounds (Rp 90.000). Menurut saya, fast food adalah pilihan makanan paling murah di London. Jika ingin irit lupakan deh restoran selain fast food, pasti harganya lebih mahal.   
Bagaimana dengan internet? Saat berada di Hotel Ibis, saya ingin menggunakan jaringan hot spot. Saat saya mencoba mengakses jaringan hot spot, berhubung saya adalah tamu hotel maka tarifnya kalau saya tidak salah 3 pounds/jam. Bener-bener deh, saya yang sudah membayar kamar hotel seharga 1,275 juta masih juga harus membayar 45 ribu rupiah untuk koneksi hot spot! Niat saya ber-internet langsung saja saya batalkan dengan dongkol. Saya coba koneksi jaringan hot spot lainnya yang masih terdeteksi di sekitar hotel. Tak ada satu pun yang gratis, semua harus bayar! Saat berada di Bandara Heathrow, saya coba lagi untuk terkoneksi hot spot. Hasilnya tetap sama, tidak ada yang gratis. Ampun deh, nih kota pelitnya emang nggak ketulungan. Masak kalah dengan Indonesia. Kalau cuma pengen dapetin hot spot, tinggal ke mall lalu berinternet sampai pegel dan GRATIS!

Sumber : http://naked-traveler.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar